Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya pada “**Latar Belakang Proyek 94Kitab™** pada Bagian 4, Merancang Konsep” bahwa, secara sederhana, buku ini adalah penjelasan kumpulan teks ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits-hadits Nabi Muhammad yang kami pilih dengan tema-tema tertentu. Maka untuk menjelaskan teks-teks tersebut, saya butuh data berupa penjelasan dari para ulama sebelum kita. Data-data tersebut saya kumpulkan dengan cara sebagai berikut:

  1. Dengan cara mendengar langsung seperti menghadiri kajian atau diskusi.
  2. Dengan studi literatur sumber valid, yaitu buku atau jurnal yang diterbitkan secara resmi, dalam maupun luar negeri, klasik maupun kontemporer.
  3. Dengan studi literatur sumber tidak valid, yaitu setiap makalah, diktat dan tulisan yang tidak diterbitkan secara resmi, maupun yang dicetak hanya untuk kalangan sendiri, baik itu berupa hardcopy maupun berupa softcopy, yang memuat ide-ide yang amat sangat layak untuk dipertimbangkan.
  4. Mempelajari video kajian di YouTube dan sosial media lainnya.
  5. Mempelajari rekaman kajian mp3.

Di sini, anda dapat melihat bahwa saya meletakkan kriteria yang amat sangat longgar untuk mengumpulkan data. Para peneliti lain pada umumnya hanya menerima penjelasan dari ulama yang sudah terkenal dan melalui kitab-kitab mereka yang sudah teruji (penjelasan dari tokoh otoritatif yang didapat melalui sumber valid). Sedangkan saya lebih membuka diri, bahkan terhadap ide-ide yang berasal dari seseorang yang bukan dianggap ulama dan yang saya peroleh melalui tulisan-tulisan yang belum teruji kebenarannya (penjelasan dari tokoh non-otoritatif yang didapat melalui sumber tidak valid).

Metode pengumpulan data seperti ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, kita bisa mendapat wawasan yang lebih luas. Kekurangannya, wawasan yang lebih luas itu mungkin saja mengandung penjelasan yang salah bahkan fatal. Oleh sebab itu, dibutuhkan cara untuk meminimalisir sisi kekurangannya, sehingga bisa didapatkan penjelasan yang lebih luas tetapi minim kesalahan (sebab menghilangkan kesalahan sama sekali itu mustahil).

Cara untuk meminimalisir kesalahan itu, kami susun dalam satu metode pengolahan data yang amat sangat ketat juga, sehingga amat sangat mampu mengatasi metode pengumpulan data yang amat sangat longgar ini. Metode itu akan dijelaskan di bagian “Metode Pengolahan Data dan Cara Memahami Teks” setelah ini.