Hari #xxx + 004 Materi Dasar 2

Kamis, 14 Mei 2026

Yang aku lakukan hari ini:

Berikut penjelasannya:

A. Mempelajari Surah Asy-Syams.

Walaupun ayat yang berhubungan dengan apa yang sedang kita bahas (yaitu pembahasan tentang gagasan bahwa kebersihan hati adalah tolak ukur utama untuk memahami Al-Qur`an, dan bukannya kemampuan berbahasa Arab) “hanyalah” ayat 9 dan 10, tetapi ayat 9 dan 10 ini tidak bisa dipahami melalui “sepotong” itu saja. Kita harus mundur sampai ke ayat 1. Sehingga agar saya bisa berdalil dengan “menggunakan” ayat 9 dan 10 ini dengan cukup “tajam”, saya pribadi harus mempertajam pemahaman mulai dari ayat 1 terlebih dahulu.

B. Merumuskan kata نَفْسٍ dan kata سَوَّى yang ada di ayat 7.

Kedua kata ini adalah kunci utama untuk memahami ayat 10. Hal ini indah sekali. Sebab Allah setelah Allah bersumpah dengan matahari-bulan, siang-malam, langit-bumi (makrokosmos), tiba-tiba Allah mengganti fokus kita melalui sumpah dengan jiwa (mikrokosmos). Ya, ada pelajaran yang sangat besar di sumpah ini, dan ini bukan tempat untuk membahasnya. Dan sebagaimana makrokosmos tadi diceritakan “berpasangan” (langit-bumi, dst), mikrokosmos ini juga diceritakan berpasangan pula, yaitu fujur-taqwa dan menyucikan-mengotori.

Kemudian, kata “نَفْسٍ” dan “سَوَّى” ini juga sangat unik sekali, baik secara pemilihan kata maupun penempatan kedua kata itu di surah ini.


Kata “نَفْسٍ”  ini adalah kata yang sangat kompleks dan rumit. Ada yang mengartikannya sebagai ruh, jasad, darah yang mengalir, dsb. Saya pribadi setelah mempelajari penjelasan yang cukup banyak dari kata ini mengambil kesimpulan bahwa terjemahan yang mungkin paling mendekati kebenaran untuk kata “نَفْسٍ” ini adalah “kesadaran + keberadaan”. Satu saja variabel hilang dari terjemahan itu (baik itu “kesadaran” atau “keberadaan”), maka terjemahan kata “نَفْسٍ” tidak akan cocok.