Kamis, 16 April 2026

Di hari ke-2 sejak aku mulai kembali melanjutkan penulisan “Materi Dasar 2” ini, aku hanya bisa mempelajari sekitar 30-an halaman saja, tapi itu sudah cukup. Sebab, saat ini aku sudah menyelesaikan sekitar 70-an halaman secara total dan aku sudah bisa mengingat semua alur yang aku bangun di diktat ini. Artinya, aku sudah bisa mulai lanjut lagi menulis “Materi Dasar 2” di hari #xxx + 003 (atau mungkin di + 004, karena aku harus mempelajari sedikit lagi sub-bagian spesifik yang akan aku lanjutkan itu).

Ada banyak hal yang menarik yang aku pelajari kembali hari ini, yang bisa aku bagikan kepada kita semua, di antaranya adalah “konsep interdisipliner”. Yang dimaksud dengan interdisipliner adalah penggunaan logika dari satu bidang ilmu untuk memecahkan permasalahan di bidang ilmu lain. Misalnya, menggunakan logika dari ilmu psikologi untuk memecahkan permasalahan di ilmu ekonomi. Contohnya, sebuah toko menjual minuman dengan 3 ukuran yang berbeda. Gelas kecil seharga Rp15.000, gelas sedang seharga Rp20.000, gelas besar seharga Rp23.000. Cara ini akan mendorong orang-orang untuk membeli gelas besar, bukan dengan strategi ekonomi, melainkan dengan strategi psikologi.

Di “Materi Dasar 2”, kita diajarkan bagaimana cara menggunakan konsep interdisipliner seperti ini untuk memecahkan berbagai macam persoalan. Baik itu menggunakan logika ilmu Agama Islam untuk memecahkan permasalahan dunia, maupun menggunakan logika ilmu dunia untuk memecahkan permasalahan di Agama Islam. Konsep Interdisipliner ini sebenarnya sudah kami gunakan di dalam “Materi Dasar”, misalnya saja saat kami menggunakan logika Ilmu Pemrograman untuk memecahkan permasalahan tentang Bid’ah. Tetapi, di “Materi Dasar” kita hanya disajikan “hidangan” jadinya saja. Sedangkan di “Materi Dasar 2”, kita akan diajarkan tentang bagaimana cara “meracik resep”-nya.

===============================================================

Caption:

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ

-=Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal=-

Contoh lain tentang penggunaan interdisipliner di “Materi Dasar” adalah saat kami menggunakan logika aljabar untuk menyusun kurikulum di “Materi Dasar”.

Perhatikan penjelasan berikut:

Keliling Persegi Panjang dapat dihitung dengan menjumlahkan keempat sisinya, yaitu p+l+p+l. Apabila kita jumlahkan, maka akan didapatkan 2p+2l. Rumus 2p+2l ini punya 1 kemiripan yang berlaku untuk p dan l, yaitu “angka 2”. Maka, dengan mengeluarkan angka 2 dari 2p+2l, kita tidak perlu mengoperasikan angka 2 itu berulang kali. Apabila kita keluarkan angka 2 itu, maka rumusnya menjadi 2(p+l). Dengan demikian, apabila kita diberikan 10 persegi panjang untuk kita hitung kelilingnya, kita sudah tidak perlu lagi berulangkali menjumlahkan p+l+p+l nya. Kita cukup menjumlahkan p+l, kemudian kita kali 2.

Nah, dengan logika yang sama, kami menyusun kurikulum untuk “Materi Dasar”, tepatnya Bab I. Pembahasan di Bab I itu apabila tidak “dikeluarkan” di awal, maka kita akan membahasnya berulangkali di Bab II dan Bab III.

*Catatan: Postingan di Instagram akan delayed beberapa waktu karena harus disusun dalam bentuk konten terlebih dahulu. Untuk mengakses seluruh arsip serta postingan yang lebih lengkap dan up to date dari apa-apa yang dipublikasikan di halaman Instagram ini, silahkan buka di Notion Proyek 94Kitab™ melalui link di bio.

#MateriDasar #MateriDasar2 #94Kitab #Interdisiplin #LiterasiIslam #ProblemSolving #StudiIslam