Selasa, 14 April 2026

“Materi Dasar 2” adalah judul pendek dari sebuah diktat yang berjudul “Dasar-Dasar Pembelajaran Agama Islam serta Langkah-Langkah untuk Memetik Hikmah dari Al-Quran dan Sunnah Sesuai dengan Pemahaman terhadap Petunjuk dari Al-Quran dan Sunnah Itu Sendiri”.

“Materi Dasar 2” ini merupakan kelanjutan dari diktat sebelumnya, dengan judul pendek “Materi Dasar” dan judul lengkapnya adalah “Dasar-Dasar Pembelajaran Agama Islam serta Langkah-Langkah Memahami Al-Quran dan Sunnah Sesuai Petunjuk Al-Quran dan Sunnah itu Sendiri”. “Materi Dasar 2” ini membahas tentang sesuatu yang belum disinggung panjang-lebar di “Materi Dasar”, yaitu tentang pembahasan “Metode Bil Hikmah (Tashawwuf)”.

*NB: “Materi Dasar” ini bisa anda download secara gratis di Halaman Notion Proyek 94Kitab™. Silahkan klik link di bio, dan pilih “Halaman Utama”. Di sana, pilih “Portofolio dan Wakaf dalam Bidang Keilmuan”.

Hari ini adalah hari pertama aku mulai kembali melanjutkan penulisan “Materi Dasar 2”, setelah vakum cukup lama untuk menyelesaikan halaman Notion dan Instagramku. Untuk “Materi Dasar 2” ini, aku sudah menyelesaikan sekitar 230-an halaman sebelumnya, tetapi aku harus kembali membaca ulang semuanya dari halaman pertama, agar aku kembali ingat semua alur yang sudah aku bangun di diktat ini. Hari ini, aku baru berhasil mempelajari ulang sekitar 40-an halaman saja, tetapi ada sesuatu yang aku rasa cukup menarik untuk aku bagikan di Jurnal Harian-ku.

Untuk mempermudah menggali hikmah (pesan moral) dari suatu ayat Al-Qur`an, kami memperkenalkan 4 buah unsur untuk dipelajari terlebih dahulu. Empat unsur itu adalah:

  1. Mantuq
  2. Mafhum
  3. Nilai
  4. Problem Solving

Nah, bagian yang akan kami bagikan saat ini adalah bagian “Problem Solving” itu.

Di “Materi Dasar 2”, kami mengatakan bahwa masing-masing ayat Al-Qur`an sebenarnya mengandung hikmah untuk menyelesaikan semua jenis permasalahan, tanpa perduli apakah permasalahan itu termasuk permasalahan akhirat ataupun dunia. Kemudian, kami mencontohkan tentang bagaimana 1 ayat bisa menjadi petunjuk untuk problem solving beberapa masalah yang tampaknya tidak terkait dengan ayat itu. Dan ayat yang kami pilih adalah Surah Al-hijr ayat 22.

*NB: Yang dimaksud dengan “permasalahan” di sini bukanlah “pertanyaan”. “Permasalahan” di sini maksudnya seperti: “Aku adalah menteri keuangan yang baru. Pertumbuhann ekonomi negara kami mandeg. Inflasi tinggi, produksi menurun, daya beli masyarakat melemah. Apa yang bisa diajarkan ayat ini kepada kami sebagai arah kebijakan untuk memulihkan sirkulasi ekonomi dan keberlanjutan produksi nasional?”. Dan bukannya seperti: “Berapa 1+1?”.

Di sekitar halaman 40-an yang aku pelajari ulang hari ini, aku menemukan 1 paragraf menarik yang sudah kami tuliskan beberapa bulan yang lalu. Paragraf itu membahas tentang sikap sinis yang mungkin akan muncul di benak sebagian orang yang menyangka bahwa problem solving terhadap berbagai masalah lintas bidang itu berhasil dilakukan “hanya” karena contoh yang digunakan sebagai problem solver adalah Surah Al-hijr ayat 22. Apabila yang dipilih adalah ayat yang lain, maka problem solving-nya pasti gagal.

Di sana, kami mempertegas bahwa problem solving-nya berhasil bukan karena kebetulan ayat yang dipilih adalah Surah Al-hijr ayat 22. Problem solving-nya tetap akan berhasil bahkan jika ayat yang kita pilih sebagai problem solver-nya adalah huruf muqath-tha’aat. Dan tidak hanya itu. Bahkan, dari ayat “perang” kita bisa menjawab pertanyaan ekonomi, dan dari ayat “waris” kita juga bisa menjawab pertanyaan tentang masalah kesehatan mental. Dan hal ini akan dibuktikan dalam beberapa halaman lagi.

===============================================================

Caption:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

-=Ajaklah (orang-orang untuk) menuju jalan Tuhan-mu dengan (menggunakan) hikmah dan mau’izhah hasanah=-